Umbul-umbul bendera anak SD dan bidikan kamera sepanjang 190 KM

MERDEKA.COM. Matahari begitu panas dan menyengat ketika jarum jam baru menunjukkan pukul 09.00 WIB. Fatamorgana di jalanan aspal kota Banyuwangi mulai membiaskan obyek di atasnya.

Namun semua itu seolah terkalahkan dengan kemeriahan lomba balap sepeda Tour de Ijen. Ribuan masyarakat Banyuwangi antusias mengawal perhelatan bertaraf internasional tersebut. Seperti yang terlihat pada pelaksanaan etape kedua ini, Minggu (3/11).

Sepanjang rute balapan yang dimulai dari Stadion Garuda Bajulmati Wongsorejo hingga finish di kawasan Pantai Pulau Merah, tak lepas dari kerumunan warga yang ingin menyaksikan.

Mulai dari orangtua, remaja, karyawan swasta, pedagang hingga anak SD semua berkerumun di pinggir trotoar, seolah tak peduli hebatnya sengatan panas.

Setiap rombongan pembalap melintas, anak-anak SD dengan riang dan semangat mengibarkan umbul-umbul bendera negara asal para pemain.

Seperti yang terlihat di Desa Kalibendo, anak-anak berbaris rapi mengenakan seragam sekolah meski hari libur. Dipandu oleh seorang guru, mereka berteriak memberi semangat kepada para peserta lomba.

Kawasan ini memang terkenal dengan keindahan alam perbukitan, lengkap dengan keberadaan perkebunan kopi, cengkeh, karet dan cokelat di kanan kiri jalan.

Saat zaman penjajahan dahulu, daerah ini memang salah satu pusat komoditas VOC. Hal tersebut dapat dijumpai dengan masih berdirinya beberapa loji dan rumah-rumah para pekerja berarsitek Belanda di kawasan yang sekarang dikelola PTPN.

Pembalap asal OCBC Team Singapura, Jason Christie mengaku terhibur dengan antusiasme dan keunikan warga Banyuwangi.

"Jalannya ada yang berbatu dan berpasir, cukup menyenangkan. Terutama orang di tepi jalan menyambut dengan pertunjukan kesenian," terangnya.

Selain umbul-umbul bendera anak SD, para rombongan pembalap Tour de Ijen juga tak lepas dari jepretan kamera warga. Bisa dipastikan tiap melintasi daerah, warga selalu menjulurkan HP berkamera.

Bahkan mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik, menggunakan kamera SLR dan handycam.

Pada pertandingan kali ini, pembalap Tabriz Petrochemical Team (Iran)
Pourseyedigolakhair M keluar sebagai sebagai pemenang.

Sebelum penyerahan hadiah, para peserta dihibur dengan kesenian tradisional lokal jaran-jaranan.

Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/umbul-umbul-bendera-anak-sd-dan-bidikan-kamera-150000651.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger