Jabar Sudah Bentuk Tim Bayangan Berkuda PON 2016

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Jawa Barat sudah membentuk tim bayangan equestrian untuk pentas berkuda PON XIX-2016. "Sementara baru equestrian, untuk pacuannya menyusul," ungkap Sekum Pengprov Pordasi Jabar, Jejen Rusyana, kepada Tribunnews.com, Rabu (6/11/2013).

Pentas berkuda PON XIX-2016 kemungkinan besar memang sudah mengikutsertakan bidang pacuan, yang sejauh ini baru dieksebisikan. Jika pacuan dikompetisikan, jumlah medali emas yang diperebutkan di cabor ini relatif besar, yakni antara 20 hingga 22 set medali.

Jejen Rusyana menyebutkan, untuk equestrian, KONIDA Jabar sudah memilih belasan atlet untuk dimasukan dalam pelatda yang sementara ini masih dijalani di klubnya masing-masing. Mereka adalah 'rider-rider' terbaik dari beberapa perkumpulan/klub atau stable yang berlokasi di seputaran Lembang, Bandung.

Tim Bayangan Pelatda PON XIX-2016 Jabar ini dihuni oleh 'rider-rider' pilihan dari Aragon, Aswatama, Bandung Equestrian Club (BEC) dan Bala Turangga. Wakil dari BEC adalah Jeane Lukito, Michelle Lukito, Jojo Jonathan, dan Yoel Momongan.

Dari Aswatama, Endarjanto Bambang, dan Cayadi. Aragon Horse Racing & Equestrian Club 'mengirimkan' atlet terbanyak, yakni Brayen Brata Coolen, Jolfi Momongan, Dadan Suryatna, Ferry Sudarmadi, Rahmat Saleh dan Bagas. Dari Bala Turangga sementara baru satu orang, yakni Jessica Odelia.

"Materi tim equestrian Jabar ini kemungkinan besar masih bisa bertambah," ungkap Jejen, yang juga Ketua Bidang Umum KONIDA Jabar.

Untuk pelatih, kata Jejen, baru James Momongan yang resmi ditunjuk.

KADEUDEUH DARI KONIDA

Jejen Rusyana menyatakan, sehubungan penyelenggaraan PON XIX itu, KONIDA Jabar sudah memperhitungkan kemungkinan adanya 'pembajakan' atlet-atlet terbaiknya. Hal itu juga diwaspadai bisa terjadi di cabor berkuda. Untuk itu, katanya, pihaknya melakukan langkah-langkah antisipatif.

"Sebenarnya lumrah saja kalau ada perpindahan atlet. Namun demikian, tentu saja kami tidak menginginkan hal itu terjadi pada kami," kata Jejen.

Salah satu langkah antisipatif itu, kata Jejen, bagaimana bisa selalu dekat dengan para atlet. Hal itu juga dilakukan dengan atlet-atlet berkuda, di mana Jabar diperhitungkan unggul di cabang equestrian. Sehubungan dengan itu, pimpinan KONIDA Jabar beberapa waktu lalu memberikan 'bonus' atau 'kadeudeuh' bagi beberapa atlet Pelatda-nya yang berprestasi.

Termasuk kepada Bryan Brata Coolen yang mengikuti pelatihan di Belanda, karena tengah menyelesaikan pendidikannya di Amsterdam. Pemberian 'kadeudeuh' untuk Brayen dan 'rider' berprestasi lainnya itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Jabar, H. Azis Syarif, yang didampingi oleh beberapa pengurus KONIDA lainnya.

Dadang Satria, dan Jejen Rusyana sendiri. Acara pemberian 'kadeudeh' itu juga dihadiri oleh pelatih kepala equestrian James Momongan, serta Yoel Momongan dan Brayen Brata Coolen. (tb)

Baca Juga:

Jabar Sudah Bentuk Tim Bayangan Berkuda PON 2016

Yakuza Berhasil Mengambil Uang 300 Juta Yen dari Koperasi Milik PKL

RUU Dewan Keamanan Nasional Jepang Disetujui Mayoritas Partai


http://id.berita.yahoo.com/jabar-sudah-bentuk-tim-bayangan-berkuda-pon-2016-165511492--spt.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger