Ormas di Sleman bubarkan pertemuan korban G-30 S/PKI

MERDEKA.COM. Pertemuan para korban G-30-S/PKI di Padepokan Santi Dharma, Dusun Bendungan, Desa Sidoagung, Kecamatan Godean, Sleman, Minggu (27/10) siang, dibubarkan oleh sekelompok orang. Diduga, ormas yang membubarkan pertemuan eks dan keluarga tahanan politik 1965 itu adalah Front Anti-Komunis Indonesia (FAKI).

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Eva Kusuma mengecam tindakan pembubaran ini. "Saya mengecam dan menyesalkan tindak anarkis kembali dimenangkan oleh Polri yang tidak mampu melakukan pencegahan (pembiaran) walau sudah mengetahui informasi penyerangan sebelumnya," kata Eva melalui pesan elektroniknya kepada Antara di Semarang.

Kelompok anarkis itu, kata Eva, harus diproses karena telah melakukan tindakan-tindakan pelanggaran hukum secara nyata, termasuk melukai lima orang yang berusia lanjut. Mengimbau para korban Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G-30-S/PKI) melakukan pertemuan-pertemuan di kantor-kantor polisi setempat mengingat polisi tidak mampu memberikan perlindungan di luar kantor mereka.

Ia mengatakan, para pencari keadilan ini akibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) sesuai dengan rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Mereka berhak melakukan pertemuan-pertemuan.

"Apalagi, tuntutan para korban amat sederhana, yaitu rehabilitasi, bukan kompensasi seperti korban-korban pelanggaran HAM Australia atau Belanda," kata anggota Komisi III (Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan) DPR RI itu.

Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/ormas-di-sleman-bubarkan-pertemuan-korban-g-30-152900536.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger